Senin, 19 Maret 2012

5 Tips Liburan yang Maksimal di Thailand



Ayutthaya (sumber: thailand-vacation.eu)

Ayutthaya (sumber: thailand-vacation.eu)


Thailand memiliki banyak sekali objek wisata yang harus didatangi. Namun cuaca dan ramainya turis yang memadati Negeri Gajah Putih itu bisa membuat liburan Anda tidak berjalan mulus. Berikut 5 tips memaksimalkan liburan di Thailand:

Marketing Manager Tourism Authority of Thailand, Indra Nugraha memberikan 5 tips untuk memaksimalkan liburan di Thailand kepada detikTravel, saat bincang santai di  Astindo International Travel Fair (AITF) 2012 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center, Jl Asia Afrika, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2012):

1. Telusuri tempat lain yang belum terkenal

Bangkok, Phuket dan Pattaya sudah terkenal sebagai objek wisata yang wajib dikunjungi saat berada di Thailand. Hal itu tentu membuat tempat-tempat tersebut dipenuhi turis. Jika tidak ingin berdesakan dengan pengunjung lain, Anda bisa berkunjung ke tempat lain di Thailand yang tidak kalah indah.

Indra memberi 3 alternatif tempat yang tak kalah indah dari yang sudah terkenal. Ketiga tempat tersebut adalah Chiang Mai, Koh Samui dan Ayutthaya. Jika ingin menenangkan diri bersama alam, Anda bisa datang ke Chiang Mai. Anda ingin ke pulau cantik? Bisa jalan ke Koh Samui. Bila ingin menangkap keindahan alam bersatu dengan sejarah, kunjungi saja Ayutthaya.

2. Jangan datang saat high season

Tidak bisa dipungkiri, high season membuat hampir semua hal menjadi lebih mahal. Untuk itu, hindari berkunjung ke Thailand pada bulan Desember sampai Februari. Hal ini karena pada saat tersebut, Thailand sedang dalam fase teramai. Anda bisa berkunjung pada bulan April, Mei dan Juni yang tidak terlalu padat pengunjung.

3. Hindari bulan Oktober

Hujan membuat rencana liburan Anda tertunda atau gagal. Maka dari itu, hindari datang ke Thailand pada bulan Oktober, karena pada bulan itu Thailand sedang mengalami musim penghujan. Jangan sampai liburan Anda hanya dihabiskan di kamar atau lobi hotel.

4. Jangan lepas dari peta

Bertanya kepada penduduk lokal yang tidak bisa berbahasa Inggris tentu akan membuat Anda bingung. Indra, pria yang gemar bercanda ini, mengusulkan untuk selalu membawa serta peta Thailand kemanapun Anda pergi. Peta yang jelas bisa sangat membantu perjalanan liburan, karena semua rute bis dan kereta bisa ditelusuri di sana. Untuk mendapatkan peta, pengunjung bisa mengambilnya di bandara atau pusat informasi turis yang tersebar di Thailand.

5. Rajin buka web pariwisata atau forum traveling

Bagi para pemula, mencari info sebanyak-banyaknya mengenai tempat tujuan wisata adalah hal yang penting. Selain membaca buku tentang Thailand, Anda juga bisa mencari tahu Thailand dari web pariwisata atau forum traveling. Dari sana, turis bisa melihat dan mengerti pengalaman teman-teman lain yang sudah pernah berkunjung ke Thailand.

Selasa, 06 Maret 2012

Sstttss..Rumah Cantik Ini Hanya Rp 70 juta/unit


Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan pembangunan rumah murah ini diharapkan membantu mengurangi kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan yang mencapai angka 13,6 juta unit rumah. Apalagi masyarakat juga bisa mencicil rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang suku bunganya rendah.
06/03/2012 10:58 WIB
Sstttss..Rumah Cantik Ini Hanya Rp 70 juta/unit
Fotografer - Ari Saputra
Beginilah kondisi rumah murah yang dibanggakan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) seperti terlihat di rumah contoh di halaman kantor Kemenpera, Jl Raden Patah, Senin (5/3/2012) malam. Menurut Menteri Djan Faridz, rumah tipe 36 dengan luas tanah 60 m2 ini senilai Rp 20an juta. Plus harga tanah, jalan dan bangunan, maksimal harga per unit Rp 70 juta.

FOTO LAIN:


Senin, 20 Februari 2012

Pantai Menganti, Pesona yang Tak Terganti



Nelayan Pantai Menganti

Nelayan Pantai Menganti

FOTO SELENGKAPNYA:
detikTravel Community - 
Kalau soal pantai, Jawa Tengah memang nggak ada matinya. Satu lagi pantai cantik yang dapat kita singgahi dan nikmati keindahan alamnya. Ya, Pantai Menganti dengan karangnya yang terjal serta bukit yang keperak-perakkan dan keindahan alam disekelilingnya mampu mencuru perhatian wisatawan.
Kali ini Kecamatan Gombong menjadi persinggahan yang terpilih sebagai kota yang mengantarkan saya dan kawan saya ke sebuah pantai di wilayah Kebumen, Jawa Tengah. Memulai perjalanan dengan berburu tiket kereta api yang ternyata sudah out of sale. Bersabar, dag dig dug dan menanti, apakah bisa mendapatkan tiket untuk perjalanan. Dan, akhirnya kami dua lembar tiket KA Senja Utama Jogja dan berlabuh di Stasiun Gombong dengan disambut lagu Kupu-Kupu Kertas milik Ebiet G. Ade pada pukul 03.15 WIB.
Bertanya dan mengobrol memang sebuah kata kunci saat kita melakukan perjalanan. Seperti yang kami lakukan, sejak kaki-kaki kecil ini melangkah di sudut Stasiun Gombong, bermodal pertanyaan-pertanyaan kepada orang-orang yang kami temui meski awalnya kami sudah searching di internet sebelumnya. Dimulai dengan bertanya mengenai tempat penginapan sampai dengan petunjuk jalan menuju Pantai Menganti.
Setelah bertanya-tanya dan berunding, Hotel Dunia menjadi tempat yang kami pilih untuk sekadar meluruskan kaki dan bersih-bersih. Pukul 08.30 WIB kami kembali meluncur menuju sebuah pasar yang letaknya tidak jauh berseberangan dengan Stasiun Gombong dan Hotel Dunia.
Keesokan harinya, kami pun memulai perjalanan dengan berbekal info dari orang-orang sekitar. Dengan menaiki sebuah minibus 3/4 yang menuju Pantai Ayah (ngayah biasa mereka bilang). Sepanjang perjalanan dengan durasi lama perjalanan sekitar 1 jam, hamparan sawah dan rumah-rumah penduduk setia menemani. Transit sebentar di gerbang Gua Jatijajar yang kebetulan memang searah dengan Pantai Menganti. Sesampainya di simpang tiga Pantai Ayah, kami menganti alur perjalanan dengan menggunakan sarana transportasi berupa ojek. Oya, patut diingat harus pengojek yang berpengalaman lho. Soalnya trek menuju Menganti ini benar-benar luar biasa, berkelok, dan menukik tajam.
Memasuki gerbang Pantai Menganti, kami dapat free pass karena tukang ojek kami sudah kenal dengan penjaga gerbang. Sekitar 15 menit kami singgah melihat Menganti dari sudut di atas bukit yang dekat dengan pintu masuk. Sungguh luar biasa cantik birunya. Selanjutnya, pemandangan Menganti dari arah trek yang menurun menjadi suguhan yang cantik berpaduan dengan belaian angin yang menyapu wajah.
Tibalah waktunya menginjak Menganti dari sisi sejajar, pasir, bebatuan, dan pemandangan nelayan yang baru pulang melaut menjadi pemandangan khas. Kami memilih tidak menapaki lembutnya pasir putih di sana, langsung saja menuju bukit yang terdapat mercusuarnya. Garis cakrawala tampak begitu jelas bahwa lengkung busur langit dan teori bumi itu bulat.
Setelah beberapa lama menyusuri perbukitan, sampai juga kami di mercusuar. Kami menaiki menara suar tersebut bergantian. Perlu hati-hati menaikinya karena tangga suar ini sudah rapuh oleh karat. Sangat disayangkan, banyak yang tidak menjaga keindahannya, terlihat coretan dengan menggunakan spidol maupun tip-x ditubuh menara suar tersebut.
Badan sudah terasa letih dan kulit terbakar, mencari para tukang ojek yang tadi mengantar kami untuk kembali ke pertigaan Pantai Ayah. Tapi, kejutan menghampiri, ada warga sekitar yang menawarkan untuk mengantarkan kami menuju spot Menganti yang jarang didatangi pengunjung.
Kami di ajak menuju spot yang menyuguhkan pemandangan debur ombak dan karang yang menawan. Tidak menyesal sama sekali. Perpaduan hijaunya pepohonan, terjalnya karang, birunya laut berhiaskan ombak-ombak yang tenang, dan perahu-perahu nelayan yang bersandar rapi menjadi perpaduan yang sangat apik dan menawan.
Tak ada salahnyabila Pantai Menganti yang berlokasi di Kebumen, Jawa Tengah menjadi sasaran empuk untuk liburan Anda bersama keluarga dan teman. Keindahannya tak sangatlah cantik dan menawan.

Minggu, 29 Januari 2012

10 Kemungkinan Perubahan Trend Teknologi 2012

 http://www.kioshp.com/news/26/10-Kemungkinan-Perubahan-Trend-Teknologi-2012


Tahun 2011 menandai sejumlah "pergeseran". Event sekelas Consumer Electronics Show di Las Vegas Januari lalu telah  mengirim sinyal perubahan, yang kemudian diteruskan pameran sejenis di Eropa (Bonn) maupun Asia Tenggara (Singapura), akan menjadi tolok ukur trend teknologi untuk tahun 2012.
Sejumlah lembaga riset pasar juga menenggarai  bagaimana produk baru hadir sebagai kompetitor potensial, bahkan lanjut menggantikan pemimpin pasar sebelumnya.
Supaya ringkas dan sederhana, berikut kami pilihkan beberapa kemungkinan arus perubahan trend dalam sebuah ilustrasi terkenal kisah David sebagai sang penantang dan Goliath sebagai yang diunggulkan.


iPad vs Kindle Fire


Genap dua tahun iPad hadir di tengah konsumen dan masih menjadi Tablet paling populer. Statistik penjualan Apple menunjukkan angka 40 juta unit sejak pembukuan April 2010, sementara para pesaingnya harus bongkar pasang strategi pemasaran dengan tambahan berbagai fasilitas dan aplikasi.
Hingga Oktober tahun ini, Amazon dengan berani meluncurkan Kindle Fire, sebuah Tablet berkapasitas 8GB, dan difokuskan untuk menjelajahi literatur (e-books) di dunia maya. Harganya? Yeap, cuma $199!
Kindle Fire akan dikirim ke berbagai negara mulai 15 November 2011 dan diprediksi sanggup mengalahkan iPad dari segi angka penjualan dan popularitas, karena kalau berdasarkan spec nya jelas sangat jauh berbeda.


Tablet  vs Laptop


Ada yang menyebut sekarang adalah masa "post-PC", artinya kita tidak lagi berinteraksi terpaku di depan sebuah monitor dan CPU terpisah, melainkan menjinjing laptop. Tapi, ibarat seumur jagung, booming laptop agaknya mulai beralih dengan munculnya Tablet PC. Akankah laptop begitu saja terpinggirkan oleh kehadiran device yang lebih praktis dan multifungsi? Hasil riset International Data Group memproyeksikan penjualan laptop tahun 2012 masih akan stabil, bahkan mengalami kenaikan tipis sekitar 11%.

Keyboard vs Voice Controls


Hampir 150 tahun yang lalu, dunia modern mengenal mesin ketik. Di era komputerisasi, perannya praktis tergantikan oleh keyboard sebagai input device ke PC. Dan, katakanlah ada puluhan vendor menjadi pemain di segmen peripheral ini. Lantas bagaimana ketika Google dan Apple memperkenalkan sistem input berbasis perintah suara (voice-based)?
Kini para pengguna Android berkenalan dengan Voice Actions sementara pemilik iPhone 4S dengar-dengar semakin "mesra" dengan Siri.
Bukan hanya di platform device, Google juga coba bereksperimen untuk mengintegrasikan Voice Action pada aplikasi browser mereka: Google Chrome. Harus diakui, teknologi ini belum sepenuhnya sempurna (dan mungkin juga kita sebagai pengguna belum terbiasa. Walau bagaimanapun, teknologi perintah suara sudah semakin membumi.


Spotify vs  iTunes


Musik bagian dari hidup. Apple iTunes telah merevolusi industri musik di tahun 2003 dengan menyediakan lagu-lagu yang bisa didownload dengan harga relatif murah.
Oke, di internet kita memang bisa mencari dan mendownload lagu-lagu yang diinginkan (via mediashare etc). Di tengah hilir-mudiknya hits single terbaru, Spotify (dan sejumlah portal layanan music subscription) mulai "merongrong" kedudukan iTunes dengan memberi akses ke "gudang" atau perpustakaan lagu, yang tidak perlu dibeli atau dimiliki, karena pengguna cuma butuh koneksi untuk streaming. Jadi, konsepnya mungkin lebih memudahkan kedua pihak; antara pengguna yang ingin mendengarkan lagu tersebut dan penyedia layanan memberikan akses, sekaligus meraih user tentunya.
Spotify mengklaim saat ini telah diakses lebih dari 10 juta ID user aktif, dimana 2 juta ID di antaranya memilih opsi berlangganan. Dari layanan subscribe (berlangganan) inilah Spotify berharap terus mengalirkan pundi-pundi dollar. Musik untuk semua?? Yes!


BlackBerry vs iOS, Android, dan Windows Phone 7


Di awal 2010, RIM BlackBerry  menjadi smartphone paling populer di kawasan Amerika Utara (NA). Tapi belakangan ini, RIM seakan tak kuasa menghadapi besarnya "bayang-bayang" berbagai operating system lain di platform mobile : iOS (Apple), Android  dan yang teranyar Windows 7. RIM lantas berbenah dan langsung bermanuver dengan meng-uprgade operating system menjadi BBXOS.
Pada acara tahunan Blackberry di bulan Oktober lalu, para engineer RIM membocorkan kemungkinan penggunaan Android pada smartphone mereka. RIM yang berjaya sebagai perintis smartphone kini dalam posisi terjepit oleh 3 OS lainnya. Belum lagi jika di tahun 2014 nanti, Linux siap terjun meramaikan pasar smartphone. 


Flash vs HTML 5


Adobe Flash sebagai platform pemutar video di internet tampaknya tak lama lagi bakal tergantikan HTML 5. Dan siapakah yang dengan "jumawa" memulai revolusi ini? Yeap! Apple mensterilkan fitur flash dari setiap produk device iOS. Langkah serupa juga diikuti Microsoft, yang meniadakan Flash plug-ins pada browser seri terbaru mereka IE 10, yang disediakan untuk Windows 8.

HDD vs SSD

Solid-state drives (SSDs) semakin jadi pilihan kebutuhan penyimpanan data (storage) di mobile device, juga laptop. Ukurannya yang mini dengan kapasitas luar biasa, membuat seri Intel Ultrabook dan Apple MacBook Air terlihat ramping. Sistem booting SSD berjalan cepat karena tidak mempengaruhi komponen moving parts, yang diyakini membuatnya lebih tangguh dibanding HDD.


Flickr  vs Instagram


Berapa banyak di antara kalian yang sudah mengunggah (upload) foto melalui Flickr? Situs ini cukup ramah bagi para user dan jaringannya pun didukung sistem yang komprehensif hingga tak heran jumlah usernya sudah mencapai 51 juta akun ID. Di sisi lain, para pengguna iPhone baru saja "berbulan madu" dengan kamera ciamik pada iPhone4 yang dilengkapi fitur share melalui app Instagram.
Sebagai perbandingan, Instagram meraih 9 juta user dalam waktu sepuluh bulan (dan lebih dari 150 juta foto terupload), sementara Flickr selama 2 tahun baru membagikan 100 juta file foto. Bukan hanya itu, pengelola Flickr tambah harap-harap cemas karena situs indk mereka, Yahoo, juga hendak bersinergi untuk meluncurkan app berbasis Android untuk menyaingi Instagram.


Facebook vs Google+


Friendster sebagai pionir jejaring sosial bermetamorfosis menjadi portal game, sedangkan "sang penerus" Facebook justru menjadi platform bagi game-game browser. Di sinilah persimpangan itu. Tak ada hujan, tak ada badai, tiba-tiba Google berinisiatif menciptakan platform jejaring sosial bernama Google+. Lawan yang cukup tangguh bagi Facebook, mengingat kapasitas user yang sudah menggunakan berbagai aplikasi Google bisa sangat diperhitungkan.
Mampukah Google+ menggoyahkan kemapanan Facebook (?) yang menyentuh angka 800 juta user di seluruh dunia (dengan jumlah terbesar di negara-negara maju seperti AS, Inggris dan Eropa)?
Google jelas pantang mundur. Dan 40 juta akun user kini bisa saling berbagi dengan fitur-fitur khas dan semakin "personal" untuk menularkan "plus" satu sama lain. Hei, mengapa keduanya tidak bergabung saja menjadi Facebook (+) plus ??


Mobile Web vs Traditional Web


Lagi-lagi hasil riset IDC (Internet Data Centre) jadi acuan dengan memproyeksikan bahwa di tahun 2015 mendatang mayoritas warga AS akan mengakses internet via mobile device ketimbang PC.
Yup! Lupakan monitor, mouse,keybord dan CPU. Di masa depan, performa smartphone (dan tentunya juga Tablet) akan semakin ideal mengakselerasikan content website dari internet.
Pemakaian internet bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan yang menyatu dalam ritme aktivitas.Ketersediaan mobile device secara massal (dan harga yang relatif kian terjangkau) akan mengubah pola dan gaya hidup kita.
Sumber: www.klikgame.com







Rabu, 25 Januari 2012

Tabel Angka Kecukupan Gizi - AKG 2004


Tabel Angka Kecukupan Gizi 2004 bagi Orang Indonesia
NoKelmpokBeratTinggiEnergiProteinVit.AVit DVit EVit KTiaminRibo-NiasinAsamPiridok-Vit.Vit.CKalsiumFosforMagne-BesiYodiumSengSele-ManganFluor
Umurbadanbadan   flavinfolatsinB12  sium  nium  
 (kg)(cm)(Kkal)(g)(RE)(ug)(mg)(ug)(mg)(mg)(mg)(ug)(mg)(ug)(mg)(mg)(mg)(mg)(mg)(ug)(mg)(ug)(mg)(mg)
 Anak                        
10-6 bl660550103755450,30,32650,10,440200100250,5901,350,0030,01
27-12 bl8,5716501640055100,40,44800,30,540400225557907,5100,60,4
31-3 th129010002540056150,50,561500,50,9405004006089082171,20,6
44-6 th1711015503945057200,60,682000,65455004008091209,7201,50,8
57-9 th2512018004550057250,90,91020011,5456004001201012011,2201,71,2
                          
 Laki-laki                        
610-12 th351382050506005113511123001,31,850100010001701312014201,91,7
713-15 th46150240060600515551,21,2144001,32,475100010002201915017,4302,22,3
816-18 th55160260065600515551,31,3164001,32,490100010002701515017302,32,7
919-29 th56165255060600515651,21,3164001,32,4908006002701315012,1302,33
1030-49 th62165235060600515651,21,3164001,32,4908006003001315013,4302,33
1150-64 th621652250606001015651,21,3164001,72,4908006003001315013,4302,33
1260+ th6216520506060015156511,3164001,72,4908006003001315013,4302,33
                          
 Wanita                        
1310-12 th371452050506005113511123001,21,850100010001802012012,6201,61,8
1413-15 th48153235057600515551,11134001,22,465100010002302615015,4301,62,4
1516-18 th50154220050600515551,11144001,22,475100010002402615014301,62,5
1619-29 th521561900505005155511,1144001,32,475800600240261509,3301,82,5
1730-49 th551561800505005155511,1144001,32,475800600270261509,8301,82,7
1850-64 th5515617505050010155511,1144001,52,475800600270121509,8301,82,7
1960+ th5515616005050015155511,1144001,52,475800600270121509,8301,82,7
                          
 Hamil (+an)                        
20Timester 1  +180+17+300+0+0+0+0.3+0.3+4+200+0.4+0.2+10+150+0+30+0+50+1.7+5+0.2+0.2
21Timester 2  +300+17+300+0+0+0+0.3+0.3+4+200+0.4+0.2+10+150+0+30+0+50+1.7+5+0.2+0.2
22Timester 3  +300+17+300+0+0+0+0.3+0.3+4+200+0.4+0.2+10+150+0+30+0+50+1.7+5+0.2+0.2
                          
 Menyusui (+an)                        
236 bl pertama  +500+17+350+0+4+0+0.3+0.4+3+100+0.5+0.4+45+150+0+30+6+50+4.6+10+0.8+0.2
246 bl kedua  +550+17+350+0+4+0+.03+0.4+3+100+0.5+0.4+45+150+0+30+6+50+4.6+10+0.8+0.2