Minggu, 25 September 2011

Ayo Tebak Siapa Penguasa Pasar Notebook


REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Laporan IDC PC Tracker menyebutkan, hingga kuartal II tahun 2011 Acer Group Indonesia masih menguasai atau memimpin pasar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 26,23 persen untuk PC dan 33,88 persen untuk notebook."Tingginya pertumbuhan 'market share' membuktikan penggunaan teknologi informasi semakin memasyarakat dan jumlah pengguna Acer semakin bertumbuh, sehingga Acer perlu memperluas jaringan purna jualnya," kata Direktur Customer Service Acer Group Indonesia Fredy Kurniawan di Padang, Kamis (22/9).
Menurut dia, untuk mengukuhkan kepemimpinan pada industri TI, Acer terus berinovasi mengembangkan banyak varian produk mobile guna menjawab permintaan pasar dan kebutuhan masyarakat seperti Acer Iconia dan Acer Smart Handled.
Ia mengatakan, didukung service centre yang memiliki standar prosedur operasional ISO 9001-2008 yang hampir merata di seluruh Indonesia, Acer juga menciptakan gelang anti statis, yakni sebuah alat untuk mengurangi potensi kerusakan yang mungkin tidak dimiliki perusahaan lain.
Notebook Acer juga dilengkapi dengan karpet antigores, katanya menambahkan. "Sejak tahun 1976 Acer Group berdiri secara konsisten menjalankan misinya menghilangkan penghalang antara manusia dan teknologi. Acer juga berfokus pada pemasaran merek produk PC-nya di seluruh dunia," ujarnya.
Ia mengungkapkan, Acer kini berada di peringkat kedua untuk penjualan PC dan juga kedua untuk notebook dengan pertumbuhan tercepat di antara lima PC vendor teratas. Menurut dia, Acer menjadi nomor satu untuk notebook vendor di Indonesia tahun 2005-2010 menurut data IDC Tracker dan Gartner, serta menjadi nomor satu untuk PC vendor tahun 2007-2010 menurut data IDC PC Tracker.
"Sejalan dengan strategi 'multibrand' yang diimplementasikan secara global, saat ini Acer Indonesia menaungi tiga merek PC di Indonesia yakni Acer, Gateway dan eMachines," katanya.

Kamis, 15 September 2011

Rawagede, Pembuka Jalan atas kasus "Pembantaian" di Indonesia?


Pepih Nugraha | Kamis, 15 September 2011 | 09:57 WIB
|
Share:
Contry Wordpress Monumen Rawagede untuk mengenang korban pembantaian Peristiwa Rawagede tahun 1947 dan 1948.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Sipil Den Haag, Belanda, mengabulkan tuntutan para korban dan keluarga korban pembantaian Rawagede. Meskipun peristiwa telah terjadi puluhan tahun lalu, tepatnya 9 Desember 1947 dan pemerintah Belanda bersikukuh bahwa peristiwa itu telah kadaluarsa dan bukan merupakan pembantaian, pengadilan tetap menyatakan pemerintah Belanda harus membayar ganti rugi kepada sembilan korban peristiwa Rawagede.
Demikian A Baybar Roodee menulis pendapatnya hari ini di media sosial Kompasiana mengenai peristiwa Rawagede di Karawang, Jawa Barat, yang menginspirasi penyair  Chairil Anwar menulis sajak "Karawang-Bekasi".  Menurut Baybar, peristiwa merupakan pembelajaran berharga, bukan hanya untuk Belanda, terlebih untuk negara Indonesia sendiri.
Sebagai bangsa yang pernah menjajah, Belanda tak akan lepas dari bayang-bayang kekejian masa lalu berupa serangkaian pembantaian yang pernah terjadi baik itu yang dituduhkan sebagai “genosida” atau hanya dianggap sebagai ekses dari pertempuran dan operasi militer.
"Bagi negara ini (Indonesia), dimenangkannya tuntutan para korban Rawagede mestinya bukan sekedar dimaknai sebagai kemenangan yang berharga, tapi mesti ada pembelajaran dan percontohan, terutama dalam menangani kasus-kasus 'pembantaian' yang dilakukan atas nama negara dan oleh alat-aparat negara di negara ini," tulisnya.
Betapapun bengisnya, ternyata negeri Belanda yang diwakili oleh pengadilannya lebih fair dan jujur, mengakui segala kejahatan (perang dan militer) yang pernah dilakukan oleh bangsanya. "Dengan mengakui kejahatan yang pernah mereka (Belanda) lakukan, meminta maaf dan memberikan kompensasi, memang tidak menghilangkan luka, tapi paling tidak ada niatan baik untuk mengakui itu semua," tulis Baybar lagi.
Atas putusan pengadilan sipil Den Haag yang memenangkan peristiwa Rawagede ini, baybar dalam kupasannya mempertanyakan "itikad baik" atas sejumlah kasus "pembantaian" yang pernah terjadi di negeri ini. Ia menyebut antara lain “pembantaian" Kerabat Keraton Bulungan, Balibo-Timor Leste, Talangsari Lampung, “Tanjung Priok, Operasi DOM Aceh, Teungku Bantaqiah Aceh, dan pembantaian Papua. Baybar tidak menyebut "pembantaian" G30S/PKI.
"Meminjam istilah 'menolak lupa', maka seharusnya sebagai negara yang konon katanya bermartabat, negara ini (Indonesia) juga jangan lupa bahwa mereka pernah membantai dan melakukan kejahatan yang hampir sama. Apakah negara ini juga akan pura-pura lupa sehingga tidak mengakui terjadinya sejumlah pembantaian?" tulis Baybar. 
Mungkinkah dengan dimenangkannya kasus pembantaian Rawagede akan membawa konsekuensi hukum digugatnya kembali sejumlah peristiwa "pembantaian" yang pernah dilakukan oleh pemerintah RI dalam menumpas pemberontak? Untuk mengetahui tulisan asli Baybar, penulis warga yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, Anda dapat membacanya di sini.
 

Minggu, 21 Agustus 2011

Penetapan 1 Syawal Berpotensi Berbeda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perayaan 1 Syawal 1432 H berpotensi berbeda. Perbedaan itu dipicu oleh penggunaan kriteria hilal yang barbeda sebagai acuan penetapan awal bulan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh peneliti senior Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin kepada Republika di Jakarta, Ahad (21/8)
Bagi kalangan yang menggunakan kriteria wujudul hilal (hilal wujud di atas ufuk dengan prinsip wilayatul hukmi Indonesia), maka dipastikan Idul Fitri jatuh pada tanggal 30/8 .
Namun, bagi kalangan yang memakai kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat), maka besar kemungkinan berhari raya pada 31/8. Pasalnya, ketinggian bulan pada 29/8 kurang dari 2 derajat sehingga tak memungkinkan hilal terlihat dengan mata telanjang.
Sementara, batas bulan menurut kriteria tersebut mesti berada pada di atas 2 derajat. “Jadi berpotensi berbeda,” katanya. Perbedaan itu, kata Thomas, tidak mustahil akan terulang di masa mendatang selama tidak ada kesepakatan tentang kriteria itu.

Selasa, 02 Agustus 2011

PNS

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, pemerintah akan segera mengangkat pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mangindaan mengatakan hal itu setelah mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Rapat yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu antara lain membahas tentang pegawai honorer.
Menurut Mangindaan, pemerintah akan mengangkat tenaga honorer yang tercatat sejak 2005.
"Jadi yang sebelum 2005, kita angkat yang memenuhi syarat. Sesudah itu tidak ada honorer lagi," katanya.
Berdasarkan catatan pemerintah, PNS yang bekerja untuk hal-hal administratif sudah cukup banyak.
"Yang teknis-teknis yang kita perlukan, teknis penyuluh lapangan, pertanian, medis, penyuluh kesehatan, pertanian, guru, dan sebagainya," kata Mangindaan menambahkan.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan verifikasi data. Verifikasi itu sudah memasuki tahap akhir dan akan selesai dalam waktu dekat.
Mangindaan menjelaskan, pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan PNS, ketersediaan anggaran, dan penyelarasan segala aturan peerundangan yang terkait. Pemerintah juga menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pegawai honorer.
"Presiden katakan perhitungkan dulu detail baru putuskan. Jadi prinsipnya para honorer itu akan diangkat yang memenuhi syarat semua karena masih diverifikasi sesuai PP yang lalu. Kemudian yang kedua, anggaran kita perhitungkan. Ketiga, peraturan-peraturan terkait dengan itu harus sejalan, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan segera selesaikan," katanya.
Menurut Mangindaan, kebijakan pengangkatan pegawai honorer itu tidak bertentangan dengan kebijakan moratorium (penundaan) penerimaan PNS.
Dia menjelaskan, moratorium PNS berarti penerimaan PNS tidak boleh melebihi jumlah PNS yang pensiun.
Sementara pengangkatan pegawai honorer adalah kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR. Pegawai honorer adalah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tertentu dan sudah bekerja, namun belum diangkat menjadi PNS.
Mangindaan menjelaskan, jumlah PNS di Indonesia mencapai sekitar 4,7 juta. Idealnya, kata Mangindaan, jumlah PNS adalah 1,8 persen dari jumlah penduduk suatu negara.
Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia

Kamis, 21 Juli 2011

Daftar Matakuliah Prodi Pendidikan Ilmu Komputer



Source:prodi pik upi bandung

Program studi S1 Pendidikan Ilmu Komputer mengunakan kurikulum yang terdiri dari 8 semester dengan total minimum sks 144. Adapun materi tiap semester adalah sebagai berikut :
Semester 1
No
Kode
Matakuliah
SKS
1
KU108
Pendidikan Jasmani dan Olah Raga
2
2
KD300
Landasan Pendidikan
2
3
KD301
Landasan Pendidikan
2
4
MA300
Matematika Dasar
3
5
MA301
Fisika Umum
3
6
MA301
Kimia Umum
3
7
MA301
Biologi Umum
3
8
MA301
Pengantar Teknologi Informasi
2

Semester 2
No
Kode
Matakuliah
SKS
1
KU10.
Pendidikan Agama
2
2
KD300
Bahasa Indonesia
2
3
KD301
Algoritma dan Pemorgraman 1
2
4
MA300
Rangkain Elektronika
2
5
MA301
Kalkulus
3
6
MA301
Bahasa Inggris
2
7
MA301
Struktur Data
3
8
MA301
Pemrograman Visual
3

Semester 3
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
KU105
Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
KD302
Kurikulum dan Pembelajaran
3
3
KD303
Bimbingan dan Konseling
3
4
KD304
Pengelolaan Pendidikan
2
5
IK351
Matematika Diskret
3
6
IK311
Algoritma dan Pemrograman 2
3
7
IK330
Basis Data
2

Semester 4
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK500
Belajar dan Pembelajaran Ilmu Komputer
2
2
IK501
Evaluasi Pembelajaran Ilmu Komputer
3
3
IK502
Perencanaan Pembelajaran Ilmu Komputer
3
4
IK352
Aljabar Linier dan Matriks
2
5
IK420
Arsitektur dan Organisasi Komputer
3
6
IK353
Statistika
3
7
IK450
Logika Informatika
2
8

Pilihan (lihat tabel bawah)
3

Semester 4 (Matakuliah Pilihan)
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK340
Disain Web (*)
2
2
IK301
Konsep Teknologi (*)
2
3
IK480
Pemrograman Internet (*)
2
4
IK432
Metodologi Berorientasi Objek (*)
3
5
IK331
Sistem Basis Data (*)
3
6
IK530
Sistem Informasi (*)
3
7
IK411
Analisis dan Desain Algoritma (*)
3

Semester 5
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
KU107
Pengetahuan Lingkungan SosBudTek
2
2
IK503
Media Pembelajaran Ilmu Komputer
3
3
IK370
Rekayasa Perangkat Lunak
3
4
IK451
Metode Numerik
3
5
IK321
Sistem Digital
3
6
IK422
Sistem Operasi
4

Semester 6
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
KU30..
Seminar Pendidikan Agama
2
2
IKU400
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
2
3
IK504
Metode Penelitian Pendidikan Ilmu Komputer
3
4
IK443
Pengajaran Berbasis Komputer
2
5
IK580
e-learning
3
6
IK492
Seminar
3
7

-
Pilihan (lihat tabel bawah)
4

Semester 6 (Matakuliah Pilihan)
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK440
Teknik Multimedia*)
3
2
IK441
Grafika Komputer*)
3
3
IK442
Aplikasi Komputer Grafis*)
3
4
IK551
Teknik Simulasi dan Pemodelan*)
3
5
IK412
Kriptografi dan Keamanan Informasi*)
3
6
IK540
Interaksi Manusia dan Komputer*)
3
7
IK481
Pemrograman Berorientasi Objek*)
3
8
IK430
Basis Data Non Relasional*)
3
9
IK431
Basis Data Terdistribusi*)
3
10
IK532
Sistem Informasi Akuntansi*)
3


Semester 7

No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK590
Program Latihan Profesi (PLP)
4
2
IK421
Jaringan Komputer
3
3
IK531
Sistem Informasi Pendidikan
3
4
IK493
Komputer dan Masyarakat
2
5
_____
Pilihan (lihat tabel bawah)
8


Semester 7 (Pilihan)
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK521
Teknik Interfacing*)
3
2
IK522
Mikroelektronika*)
3
3
IK523
Rancangan Sistem Digital*)
3
4
IK461
Sistem Cerdas*)
3
5
IK433
Sistem Pendukung Keputusan*)
3
6
IK494
Etika Profesi dan Kewirausahaan*)
2

Semester 8
No
Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK491
Kapita Selekta
3
2
IK59..
Skripsi
6
3
IK59..
Ujian Sidang
0
4
_____
Pilihan (lihat tabel bawah)
3

Semeseter 8 (Pilihan)
No

Kode
Mata Kuliah
SKS
1
IK460
Kecerdasan Buatan*)
3
2
_____
MK dari prodi lain*)
3




Jumat, 15 Juli 2011

Cara Hidup Sehat


Gangguan kesehatan bisa muncul kapan saja, apalagi jika kita lengah terhadap gejala dan penyebabnya. Tanpa kita sadari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utamanya.
Meskipun ada penyebab lainnya yang tidak bisa dihindari seperti fakor genetik, pencemaran lingkungan.
Agar tetap sehat, ada banyak cara untuk mendapatkannya. Salah satunya, ikuti 7 jurus berikut ini dan dapatkan kualitas hidup yang lebih baik:
1. Udara bersih, paru-paru pun sehat
Untuk terhindar dari gangguan pernapasan, hiruplah udara yang bersih dan sehat. Caranya ? Tidak perlu repot mencari udara pegungungan, udara pagi pun sangat baik bagi paru-paru Anda. Selain itu hindari pula udara tercemar, seperti asap rokok, asap kendaraan atau debu. Bersihkan rumah dan ruangan kerja secara teratur, termasuk perabot, kipas angin dan AC.
2. Banyak minum air putih
Air putih adalah yang terbaik dari minuman apapun. Biasakanlah minum air putih 8-10 gelas per hari. Kebiasaan ini akan membantu menjaga kelancaran fungsi ginjal dan saluran kemih. Upayakan untuk minum air hangat di malam hari dan air sejuk (bukan air es) di siang hari. Tambahkan juga sedikit perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Selain baik untuk menyegarkan diri, minuman ini sekaligus membantu mengeluarkan toksin dari dalam tubuh.
3. Konsumsi menu bergizi dan seimbang
Pilihlah menu dengan gizi yang cukup, seimbang, dan bervariasi. Perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah yang mengandung banyak serat dan zat gizi yang diperlukan tubuh serat. Sebisa mungkin hindari junk food dan makanan olahan, serta kurangi konsumsi garam dan gula. Satu lagi, jangan lupa sarapan pagi! Karena sarapan pagi dapat menunjang aktifitas kita sepanjang hari.
4. Seimbangkan antara kerja, olahraga dan istirahat
Kerja keras tanpa istirahat sama sekali tidak ada untungnya bagi Anda. Biasakan istirahat teratur 7-8 jam pada malam hari, dan jangan sering begadang atau tidur terlalu malam. Cobalah menggunakan waktu senggang untuk berolahraga ringan atau sekedar melemaskan otot-otot persendian.
Dengan berolahraga 2 - 3 kali per minggu, selama 30 - 45 menit, cukup membuat tubuh bugar dan stamina prima.

5. Kontrol kerja otak
Otak, seperti halnya tubuh kita, dia juga butuh istirahat. Jangan terlalu memberi beban terlalu banyak, karena otak pun memiliki memori yang terbatas. Lakukan kegiatan di waktu senggang yang membuat otak bekerja lebih santai, misalkan melakukan hobi yang menyenangkan, seperti melukis, membaca novel terbaru atau hanya sekedar mendengarkan musik.
6. Jalani hidup secara harmonis
Manusia merupakan mikrokosmos yang harus mematuhi alam sebagai makrokosmos jika ia ingin tetap sehat. Lakukan semua itu sebagai upaya pencegahan dengan selalu mengingat nasihat orang bijak untuk “membuat sumur sebelum timbul rasa haus”.
Gunakan akal sehat! Itu kuncinya, jangan mengorbankan hidup dengan menuruti kesenangan diri lewat kebiasaan hidup yang buruk dan beresiko. Misalkan, minum-minuman keras, merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang. Cobalah untuk menjalani hidup secara harmonis, sebisa mungkin perkecil resiko terjadinya stres emosional atau psikis.
7. Gunakan suplemen gizi
Hanya jika perlu! Tubuh kita memerlukan antioksidan (beta-karoten), vitamin C, vitamin E, dan selenium. Semua zat ini dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan vitalitas dan memperpanjang usia harapan hidup. Untuk memperolehnya banyak cara yang bisa dilakukan.
Selain mengkonsumsi makanan segar, bisa juga dengan cara mengkonsumsi suplemen kesehatan yang banyak dijual di pasaran. Sebaiknya, penggunaan suplemen makanan lebih dianjurkan sebagai terapi alternatif saja dengan mengutamakan jenis suplemen makanan yang sudah diteliti dan bermanfaat.

Sumber:idionline

Rabu, 06 Juli 2011

Menu Sehat

MENYUSUN MENU SEHAT BERGIZI
 http://www.dinkes.jogjaprov.go.id/index.php/cklgsehat/read/107.html



Menu adalah suatu susunan beberapa macam hidangan yang disajikan pada waktu tertentu. Menu dapat terdiri dari satu macam hidangan yang lengkap atau tidak lengkap, juga dapat berupa hidangan untuk makan atau sarapan pagi, untuk makan siang atau makan malam saja ataupun hidangan makan untuk satu hari penuh dengan atau tampa makan selingan.

Manfaat menyusun menu
Perencanaan menu dilakukan untuk beberapa hari atau yang disebut siklus menu , misalnya 5 hari atau 10 hari. Penyusunan menu berdasarkan siklus menu berfungsi untuk :
  1. Variasi dan kombinasi bahan makanan dapat diatur, sehingga :
    • Menghindari kebosanan, karena terlalu sering jenis makanan tertentu dihidangkan
    • Pada saat tertentu dapat dihidangkan makanan kesukaan yang menjadi makanan favorit bagi anggota keluarga
    • Dapat menanamkan kebiasaan menyukai berbagai macam-macam makanan sejak anak – anak bahkan sejak bayi. Kebiasaan makanan yang ditanamkan sejak dini akan diteruskan hingga dewasa. Kebiasaan makan yang baik akan mengurangi resiko terjadinya masalah gizi.
  2. Makanan yang disajikan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan gizi seluruh keluarga.(Misalnya pada kondisi : Sakit, hamil atau menyusui)
  3. Menu dapat disusun sesuai dengan biaya yang tersedia, sehingga :
    • Mengurangi adanya kebocoran dana
    • Dapat menghindari pembelian bahan makanan yang terlalu banyak atau berlebihan
  4. Waktu dan tenaga yang tersedia dapat digunakan sebaik-baiknya, terutama bagi ibu-ibu yang bekerja atau mempunyai kesibukan lain selain urusan rumah tangga
  5. Mengurangi beban mental, karena segala sesuatunya telah diatur jauh hari sebelumnya.

Syarat Menyusun menu
Pada Waktu menyusun menu perlu diperhatikan beberapa hal, yakni : Nilai gizi, biaya yang tersedia, mudah diselenggarakan dan dapat diterima oleh setiap anggota keluarga.

1. Nilai gizi Makanan
Mutu Gizi Makanan setiap anggota keluarga harus dapat dipenuhi.Untuk itu pada waktu menyusun menu perlu diperhatikan :
  • Penggunaan beranekaragam bahan makanan dalam menu sehari-hari.
  • Banyaknya bahan makanan harus dapat memenuhi kecukupan gizi anggota keluarga.
  • Setiap anggota keluarga memperoleh makan sesuai kebutuhan gizinya.
Sebagai pedoman memilih bahan makanan dan menyusun menu dapat digunakan padanan berbagai kelompok Bahan Makanan. Untuk menghitung banyaknya bahan makanan yang dibutuhkan, dapat dilihat dalam uraian selanjutnya.

2. Biaya yang tersedia.
Perencanaan menu yang tepat dan cermat dapat membantu menghasilkan hidangan yang sesuai dengan biaya yang tersedia tanpa mengabaikan mutu gizi makanan. Gunakanlah bahan makanan sesuai musimnya, karena pada umumnya harga lebih murah.

3. Mudah diselenggarakan.
Perencanaan menu harus disesuaikan dengan tenaga, waktu dan peralatan yang tersedia. Bagi ibu yang bekerja atau tidak mempunyai pembantu rumah tangga, perlu mempertimbangkan keterbatasan waktu dalam menyelenggarakan makanan. Untuk menghemat tenaga dan waktu janganlah merencanakan menu yang terlalu banyak.
Menu yang terdiri dari nasi,1 macam lauk hewani, 1 macam lauk nabati, 1 macam sayuran dan 1 macam buah sudah cukup memenuhi keaneka ragaman dalam hidangan sehari – hari.

4. Diterima anggota Keluarga
Menu yang memenuhi syarat gizi, terjangkau daya beli keluarga dan mudah penyelenggaranya, harus dapat diterima seluruh anggota keluarga.
Oleh karena itu perlu dipertimbangkan:
  • Variasai penggunaan bahan makanan dan cara memasaknya, agar tidak membosankan.
  • Kombinasi Rasa, bentuk dan warna masakan yang tepat serta cara penyajian yang rapi,bersih dan menarik akan menimbulkan selera makan.
  • Perhatikan kesukaan dan ketidak sukaan (selera ) anggota keluarga terhadap makanan/bahan makanan tertentu.
  • Makanan untuk bayi dan anak balita perlu dimasak tersendiri, karena kemampuan menerima
  • berbagai macam makanan berbeda dengan orang dewasa.
  • Perhatikan kebutuhan makanan bagi anggota keluarga yang sedang sakit, hamil atau menyusui.

Langkah- langkah menyusun menu
  1. Buat suatu pola dan susunan menu untuk suatu jangka waktu yang diinginkan ( misal 3 hari, 5 hari, 10 hari )
  2. Mula-mula cantumkan makanan pokok dalam daftar menu tersebut, Buat variasi untuk penganekaragaman.
  3. Cantumkan lauk pauk, dipilih dari protein yang berasal dari hewani dan dari tumbuh-tumbuhan (Nabati ). Buat bervariasi setiap hari.
  4. Cantumkan Sayuran, usahakan setiap hari menggunakan sayuran yang berwarna hijau.
  5. Kemudian cantumkan buah. Penggunaan sayuran dan buah yang sedang musim akan sangat membantu masalah biaya.
  6. Terakhir cantumkan makanan selingan, usahakan menggunakan beranekaragam bahan makanan. Misalnya pecel, bubur kacang hijau, kolak ubi dan sebagainya.

Tabel : ANGKA KECUKUPAN GIZI ORANG INDONESIA

NO
Kelompok Umur
Berat Badan
( Kg )
Tinggi Badan
( cm )
Energi
( Kkal )
Protein
( g )
Anak
1
0 – 6 bl
6
60
550
10
2
7- 12 bl
8,5
71
650
16
3
1 – 3 th
12
90
1000
25
4
4 – 6 th
17
110
1550
39
5
7 – 9 th
25
120
1800
45
Laki - Laki
6
10 – 12 th
35
138
2050
50
7
13 – 15 th
46
150
2400
60
8
16 – 18 th
55
160
2600
65
9
19 – 29 th
56
165
2550
60
10
30 – 49 th
62
165
2350
60
11
50 – 64 th
62
165
2250
60
12
64 + th
62